Monday, 6 February 2017

Cara UNLOCKED / DOWNGRADE modem huawei bolt E5372S

CARA UNLOCK BOLT KE GSM

Seneeeng bgt bisa unlock bolt k GSM karena ditempat tinggal sekarang bolt tidak bisa d gunakan karena ga ada signal

Yuk langsung aja ikutin caranya, tips ini sy ambil dari sebuah bog juga :)


Modem Bolt E5372S, merupakan model ( dongle ) MIFI modem wifi yang mendukung koneksi 4G. Kekurangan modem ini kebanyakan terletak di device nya yang sering mendadak LOCKED, disini saya akan membeberkan panduan untuk memecahkan masalah modem Bolt E5372S yang muncul “DEVICE LOCKED”, panduan yang saya buat ini sudah saya praktekan, mohon pembaca membaca dengan teliti tahap2 nya, agar modem bolt E5372S sukses ter UNLOCK..
Berikut tahap untuk UNLOCK Modem Bolt E5372S :

11.Pertama2 download terlebih dahulu tool2 yang di butuhkan.
-          Huawei Flasher , Silahkan download Disini > Huawei Flasher
-          Firmaware pancingan , Silahkan download disini > Firmware pancingan
-          Firmaware Huawei Bolt E5372S, silahkan download dsini >Firmware huawei E5372S
*link sudah saya update
22.       Colok dan install modem Bolt nya dulu ( bagi yang sudah install modem nya lewati tahap ini ), setelah selesai menginstal silahkan tutup aplikasi nya dan cabut modem nya dari usb.

33.       Matikan dulu modem Bolt nya.

44.       TOLONG DIPERHATIKAN LANGKAH YANG SATU INI, pastikan modem dalam kondisi OFF ( MATI ), pada tahap ini kita akan membuat modem masuk dalam system “FORCE DOWNLOAD” dengan cara : Tekan dan tahan tombol POWER dan MENU secara bersamaan sampe di layar lcd muncul tulisan “FORCE DOWNLOAD”, Jika pada lcd muncul tulisan FORCE DOWNLOAD cepat2 menekan tombol MENU, jadi pada tahap ini setelah muncul tulisan FORCE DOWNLOAD langsung anda menekan tombol menu, Jika berhasil masuk ke mode FORCE DOWNLOAD, pada layar lcd akan muncul icon / gambar “PANAH KE ATAS”, jika anda belum berhasil masuk ke mode FORCE DOWNLOAD, matikan modem nya dan ulangi langkah no. 4. Pada tahap ini paling sulit karena tulisan FORCE DOWNLOAD muncul hanya bbrapa detik dan anda harus cepat2 menekan tombol MENU saat tulisan FORCE DOWNLOAD itu muncul.

55.       Setelah masuk ke mode FORCE DOWNLOAD ( pada lcd modem akan muncul icon “PANAH Ke ATAS “ ), jalankan Tool HUAWEI FLASHER.

66.       Biarkan tool itu terbuka, colokan modem bolt melalui USB, sekarang kita masuk ke device manager untuk melihat status port modem nya. Dengan cara, klik tombol windows pojok kiri bawah, lalu klik kanan pada “COMPUTER”, pilih “PROPERTIES”, setelah itu pilih “DEVICE MANAGER”, kemudian akan muncul tampilan sepertidi bawah ini

Biarkan jendela ini terbuka.

77.       Kembali ke tool HUAWEI FLASHER, pada saat anda membuka tool ini pertama kali akan muncul file “PORT.INI” pada direktori anda menyimpan tool HUAWEI FLASHER, edit file “PORT.INI” dengan cara klik kanan pada file “PORT.INI” lalu pilih edit.

Ganti pada bagian “COM48” dan “COM49”, sesuaikan dengan port yg terinstal di computer / laptop anda, anda bisa lihat pada jendela device manager yg telah anda buka tadi. Jika sudah anda ganti Port nya sesuai Port yg modem anda, save file nya.

88.       Kembali ke tool huawei flasher, klik “Select Firmware” dan klik “Parse From HMF”, Kemudian cari file HMF pada file FIRMWARE PANCINGAN yg sudah anda download sebelum nya.

Checklist ( Centang ) semua bin pada kolom sebelah kanan.
99.       Terus Klik “Flash Modem” dan klik “Resurrect Mode” selanjutnya Klik “Ok” dan tunggu hingga selesai.  ( JIka pada saat membuka huawei flasher port tidak terbaca, buka kembali file port.ini dan edit port nya, missal jika saat anda pertama kali edit port nya “N_PORT=COM48” dan “D_PORT=COM49” tidak terdeteksi di huawei flasher, anda cukup membalik port COM nya dengan “N_PORT=COM49” dan D_PORT=COM48”, lalu simpan / save ).


110.   Nanti nya akan terjadi FAIL dan modem akan terjadi BOOTLOOP ( Restar terus menerus ) tapi itu tidak masalah, 

111.   Cabut modem dari usb, dan matikan modem nya (jika tidak bisa mati saat di tekan tombol power, cabut aja batere nya aja dan pasang kembali).

112.   Posisikan modem dalam keadaan OFF, dan kembali ke mode “FORCE DOWNLOAD” seperti tahap no. 4.

113.   Jika sudah berhasil masuk mode FORCE DOWNLOAD, tancapkan modem ke usb, lalu buka file FIRMWARE E5372S dengan cara klik kana pada file FIRMWARE E5372S lalu pilih “Run as Administrator”. Tunggu sampai proses downgrade selesai. Setelah selesai modem sudah ter UNLOCK dan bisa anda pakai kembali.

Jika ada pertanyaan silahkan kontak saya melalui email.

NB : Tested on WINDOWS 7 ULTIMATE
Writer : INDRA
Sumber : https://inpixelvisual.blogspot.co.id/2016/06/cara-hard-reset-samsung-galaxy-a8-sm.html

POLA DASAR CELANA PRIA

POLA DASAR CELANA PRIA

CARA MENGAMBIL UKURAN POLA CELANA PRIA
• Panjang celana, diukur dari pinggang sampai panjang yang diinginkan.
• Lingkar pinggang, diukur sekeliling pinggang.
• Lingkar pesak, diukur dari batas pinggang belakang, melalui selangkangan menuju garis pinggang bagian muka.
• Lingkar paha, diukur sekeliling paha terbesar
• Lingkar panggul, diukur sekeliling panggul terbesar.
• Lingkar ujung kaki celana, diukur sekeliling kaki celana sesuai dengan model.
• Panjang lutut, diukur dari pinggang sampai batas lutut.
• Lingkar Lutut, diukur sekeliling lutut sesuai dengan keinginan.

Keterangan menggambar celana pria
Pola bagian muka
Ambil titik A, buat garis mendatar dan garis tegak lurus.
A - C = panjang celana.
A - B = 1/3 lingkar pesak ditambah 5 cm
Buat garis datar kekiri dan kekanan.
B - D = B - E yaitu ¼ lingkar paha dikurangi 4 cm
(ukuran E ke D adalah ½ lingkar paha dikurang 4 cm).
D - F = F - G yaitu 3 cm,
Buat garis vertikal dinamakan titik H (buat garis antu).
H - I = 1 cm,
Hubungkan titik I - G dengan garis lurus terus ke D dengan garis melengkung.
I - N = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm untuk kup.
I - Y = 1/10 lingkar pinggang.
Y - K = L - M yaitu 2 cm.
K - L = 3 cm.
N - O = 3 cm.
O - P = 13 cm,
Hubungkan O ke P dengan garis lurus (untuk saku samping).
A - Q = ukuran panjang lutut.
Q - R = Q - S yaitu 1/4 lingkar lutut dikurang 2 cm
(R ke S adalah ½ lingkar lutut).
C - C1 = C - C2 yaitu ¼ lingkar kaki dikurang 2 cm
(C1 ke C2 adalah ½ lingkar ujung kaki celana).
H - H1 = 4 cm.
I - I1 = 18 cm.
Hubungkan H1 dengan I1 seperti gambar.
Hubungkan N dengan C2 melewati titik E dan S seperti gambar, dan
hubungkan D dengan C1 melewati titik R.
Pola bagian belakang.
Pola celana bahagian belakang di buat berdasarkan pola bagian muka, caranya sebagai berikut :
Pindahkan pola celana bagian muka bersamaan dengan tanda-tanda pola. Garis sisi celana bagian pinggang diberi nama titik A.
A - C = ¼ lingkar pinggang ditambah 2 cm untuk kupnat.
Hubungkan A dengan C, dengan membentuk sudut siku pada garis A ke C dan A ke E.
Titik B = ½ A - B.
B - B1 = 2 cm.
D - E = 5 cm,
Buat garis datar kekanan melewati pola bagian muka.
E - F ditambah E - H = ½ lingkar panggul.
I - Y = 8 cm,
Hubungkan titik C ke H dengan garis lurus, terus ke Y dengan garis melengkung.
K - M = L - N yaitu 4 cm.
Hubungkan titik Y ke M dengan garis melengkung, terus ke titik N dengan garis lurus 

seperti gambar



Pola Dasar Lengan

Pola Dasar Lengan

Ukuran Yang Diperlukan
1). Lingkar kerung lengan = 40cm (diukur dari pola badan)
2). Tinggi puncak lengan = 12 cm
3). Panjang lengan = 24 cm
Keterangan pola lengan
Menggambar pola lengan dimulai dai titik A yang merupakan puncak lengan.
A - B = panjang lengan.
A - C = ukuran tinggi puncak lengan, buat garis sampai ke titik D dan E, setelah diukur dari titik A ½ lingkar kerung lengan yang ukurannya bertemu dengan garis dari tititk C.
Buat garis putus-putus (garis bantu) dari A ke D dan dari A ke E.
Garis bantu dari A ke D dan A ke E dibagi tiga. 1/3 dari A ke D
diberi titik A1 dan dari A ke E dinamakan titik A2.
A1 - A4 = A2 - A3 = 1,5 cm.
Titik D1 = 1/3 D - A
D ke D1 dibagi dua dinamakan titik D2.
D2 - D3 = 0,5 cm.
Hubungkan A dengan A4 dengan D1, D3 dan D seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian muka).
Hubungkan A dengan A3 dan E seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian belakang).
G - G1 = E1 - E2 = 1,5 cm.
Hubungkan E dengan E2 (sisi lengan bagian belakang), dan D dengan G seperti gambar (sisi lengan bagian muka)


Cara menggambar pola dasar sistem So-en

Cara menggambar pola dasar sistem So-en

a) Pola dasar badan
Menggambar pola konstruksi sistem So-en, dimulai dengan ukuran badan. Cara mengkonstruksi pola badan yaitu :
A - B = ½ ukuran lingkar badan ditambah 5 cm.
A dan B dihubungkan dengan garis putus-putus.
A - C = 1/6 lingkar badan ditambah 7 cm.
A - D = ukuran panjang punggung.
Buat garis empat persegi dari A ke B, A ke D, D ke D1 dan B ke D1 dan C ke E dihubungkan dengan garis putus-putus.
Garis C dengan E dibagi dua dengan nama E1.
E1 - E2 = 0,5 cm.
E2 dibuat garis bantu sampai ke garis pinggang diberi nama titik d.
Dengan demikian selisih pola badan bagian muka dengan pola badan bagian belakang adalah 1 cm.
C - F = 1/6 lingkar badan ditambah 4,5 cm (buat garis vertikal).
A - A1 = 1/20 lingkar badan ditambah 2,7 cm.
A dengan A1 dibagi tiga, sepertiga bagian dipindahkan dari A1 ke A2, lalu dibuat garis leher belakang seperti gambar.
a - a1 = A1 - A2.
a1 - a2 = 2 cm.
Hubungkan titik A2 dengan a2, ukuran panjang bahu dibagi dua dinamai titik H.
H - H1 = 6 cm(panjang kup), dengan lebar kup 2 cm, lalu buat kup seperti gambar. Buat garis lingkar kerung lengan belakang mulai dari a2 terus ke E2 dengan besar lekukan pada ketiak berpedoman kepada ½ jarak dari F dengan E2 dan ditambah 0,5 cm.
d - d1 = 2 cm, lalu dihubungkan dengan E2 (garis sisi pola belakang).
D - d3 = 1/10 lingkar pinggang. Hubungkan d3 dengan H.
D - d3 ditambah d1 - d2 = ¼ lingkar pinggang.
d2 - d3 = besar kup.
B - B1 = A - A1.
B - B2 = B - B1.
B1 - X = 0,5 cm.
B1 dengan B2 dibuat garis persegi, pada sudutnya dinamakantitik O.
Titik O dan B2 dibagi dua, setengah bagian dipindahkan ke garis O dan B diberi nama titik O1.
Hubungkan X dengan O1 terus ke B2 seperti gambar (garis leher pola bagian muka)
E - F1 = 1/6 ukuran lingkar badan ditambah 3 cm.
Buat garis vertikal sampai kegaris A dengan B, dinamakan titik b
b - b1 = 2 kali ukuran a - a1
Ukur panjang bahu dari X ke X1, melalui titik b1
F1 - f1 = ½ F - E2
Bentuk lingkar kerung lengan pola bagian muka mulai dari X1 melalui f1 menuju E2 seperti gambar
D1 - G = O - O1
d - g = 2 cm
G - G1 = 1/10 lingkar pinggang, hubungkan g dengan E2
G - G1 ditambah G2 - g = ¼ lingkar pinggang
G1 - G2 = besar kup, pada garis tengah antara G1 dengan G2
dibuat garis bantu sampai ke garis badan, diturunkan 4 cm, lalu dihubungkan dengan G1 dan G2 Besar kup pola so-en ditentukan oleh perbandingan ukuran lingkar badan dengan lingkar pinggang, jika perbedaan ukurannya banyak maka kupnya menjadi besar, karena pada sisi jaraknya hanya 2cm. Jika ditemukan ukuran kup lebih dari 4 cm, sebaiknya kup dipecah menjadi dua dengan ukuran yang sama besar, antara kup yang satu dengan yang lainnya diberi jarak dua cm, dan panjang kup yang kedua dikurangi 2 cm dari kup utama.


sumber : hilmi fashion

POLA BLAZER / BLUS KERJA WANITA

POLA BLAZER / BLUS KERJA WANITA

Pengen bisa jahit baju kerja sendiri? berikut ini adalah pola blazer /blus kerja wanita yang bisa anda pakai, tinggal menyesuikn ukurannya dengan ukuran badan anda sendiri. Belum tau cara mengambil ukuran badan?. Oh ya ini cuma pola dasarnya aja, jadi harus disesuikan dengan model yang and inginkan dulu (di pecah model dulu) misal bagian leher untuk menyesuikan bentuk kerah serta bagian muka harus itanbah 2 cm keluar untuk tempat kancing. setelah ini lanjut ke pola lengan blazer ya.....
UKURAN POLA BLAZER :
1. Lingkar badan = 90
2. Lingkar pinggang = 66
3. Panjang dada = 30
4. Panjang punggung = 34
5. Lebar dada = 31
6. Lebar punggung = 32
7. Lebar bahu = 12
8. Lingkar panggul I = 94
9. Lingkar panggul II = 98

KETERANGAN POLA BLAZER
A B = 1/2 lingkar badan = 45 cm
A M° = 1/2 panjang dada = 15 cm
M° M = 1/10 A B - 2 cm = 2 .1/2 cm
M D = panjang dada = 30 cm
M M' = M°M + 4 .1/2 cm = 7 cm
B N = 1/2 panjang punggung + selisih dari panjang pungung dan panjang dada dikali 0,2 cm = 17,8 cm
N E = panjang punggung = 34 cm
N N' =1.1/2 cm (tetap )
N' dihubungkan dengan M'
M'S = M° M + 4 cm = 6,5 cm
Leher muka dapat digambar
S° = tengah-tengah M' N'
S° dihubungkan dengan C
A C =1/2 AB + 1 1/2 cm = 24 cm
S° T° =1/10 A B + 2 .1/2 cm = 7 cm
T° X° =1/3 panjang punggung 11,3 cm
X° X = 1/10 AB + 1 cm = 5.1/2cm
S U = 1/2 lebar bahu — 1 cm = 5 cm
U U' = 2 @ 3cm
U' T =1/2 lebar bahu + 1 cm = 7 cm
M O = 5 cm
O P = 1/2 lebar dada + coupe = 16.1/2 cm
N' s = M'S = 6.1/2 cm
Leher belakang dapat digambar.
T° t° = 1 cm
s t = lebar bahu + 1 cm = 13 cm.
s u = S U = 5 cm
u u' =1 cm
u' t = U'T = 7 cm
N R = 8 cm (tetap )
R Q = 1/2 lebar punggung = 16 cm
Kerung lengan dapat digambar, juga coupe-coupe
D dihubungkan dengan E
D X' = A C + 1 cm = 25 cm
X' F' = 1/2 cm (tetap )
D G = E H = 13 cm
Gambar garis panggul I sejajar dengan garis D F'E
D G' = E H' = 20 cm
Gambar garis panggul II sejajar dengan garis panggul I
D V = 1/10 lingkar pinggang = 6,6 cm
V v = 3@4cm(= coupe )
G V' = D V + 1 cm = 7,6 cm
V dihubungkan dengan V', garis ini diteruskan ke- bawah, dapat V"
D V + v F = 1/4 lingkar pinggang + 1 cm = 17.1/2 cm
G' v" = D v
v dihubungkan dengan v" dapat v'
G V' + v' I = 1/4 lingkar panggul I +1 cm = 24 1/2 cm
G' V" + v" I' = 1/4 lingkar panggul II + 1 cm = 26.1/2 cm
F dihubungkan ke atas dengan X dan ke bawah de¬ngan I ( garis melengkung ) dan terus ke I'
E E' = D V - 1 cm = 5,6 cm
E' E" = 2 cm ( = coupe )
E E' + E" F" = 1/4 lingkar pinggang - 1 cm = 15 cm
H h = E E' + 1 cm = 6,6 cm
Titik e = tengah-tengah E" F"
Dari e ditarik garis ke bawah sejajar dengan garis E H'
e' = titik persilangan dari garis-garis dari e dan H.
e" = titik persilangan dari garis-garis dari e dan H'
1/4 lingkar panggul I - 1 cm - H h ( = 6,6 cm ) = 15,9 cm.
Ukuran ini ( = 15,9 cm ) diukur kanan dan kiri e'
e' h" = e' i = 1/2 x 15,9 cm = 7,9 cm
E' ditarik ke h terus ke bawah dapat h'
H' h'digambar ini, ialah 7 cm
1/4 lingkar panggul II - 1 cm - 7 cm ( H'h') = 17.1/2 cm.
Ukuran ini ( 17.1/2 cm ) diukur kanan dan kiri dari e"
e" h'" = e" i' = 1/2 dari 17.1/2 cm = 8,8 cm
Garis sisi bagian belakang dapat digambar dari X ke- F" ke i dan i"
Coupe-coupe dapat digambar menurut contoh E" di¬hubungkan dengan h" dan h"' Di G' digambar siku.


sumber : Hilmi Fashion

POLA DASAR PRIA DEWASA

POLA DASAR PRIA DEWASA
Keterangan pola dasar pria
A - B = adalah ½ lingkar badan.
B - B1 = 3 cm
B1 - D = panjang punggung.
Buat garis empat persegi A – B – D – C
A - E = ½ A - B,
C - F = ½ C - D.
Hubungkan E dan F dengan garis putus-putus.
B - G = 1/6 lingkar leher ditambah 1 cm, hubungkan B1 dengan G seperti gambar.
B1 - H = ½ ukuran panjang punggung, buat garis horizontal dari H ke J.
E - E1 = 3 cm, dibuat garis datar kekiri dan kanan.
G - I = ukur panjang bahu
H - H1 = ½ lebar punggung, dibuat garis vertikal sampai garis bahu.
Hubungkan I dengan K seperti gambar (lingkar kerung lengan pola belakang)
A - A1 = 1/6 lingkar leher ditambah 1 cm.
A - A2 = 1/6 lingkar leher ditambah 1,5 cm.
Hubungkan A1 dengan A2 seperti gambar (leher bagian muka).
A1 - d = panjang bahu.
J - J1 = ½ lebar muka, dibuat garis vertikal sampai garis bahu di namakan titik d1.
Hubungkan d dengan K seperti gambar (lingkar kerung lengan pola bagian muka)






sumber : Hilmi fashion School